Activities

Peneliti UNESCO Beri Kuliah di Unsyiah

…..Banda Aceh – Peneliti dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO), Dr. Agustina LN Aminin, memberi kuliah umum di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syah Kuala (Unsyiah), Jumat (13/10/2017). Dia memaparkan hasil riset terbaru soal mekanisme terjadinya beragam komplikasi, yang diderita pasien diabetes.

Kuliah Tamu di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

….Dalam paparannya, Agustina mengungkapkan bahwa para ahli telah menemukan senyawa berbahaya yang disebut Advance glycation End Products (AGEs), yang diyakini sebagai penyebab diabetes. AGEs merupakan senyawa kompleks, bersifat oksidan, yang terbentuk ketika gula sederhana berikatan silang dengan protein atau lemak.

…..“Senyawa AGEs ini bersifat irreversible (tidak dapat balik). Sehingga ketika senyawa ini sudah terbentuk, maka selamanya akan berada dalam tubuh bahkan bisa terakumulasi”, ujarnya.

…..Dia mencontohkan, gula yang berikatan dengan protein di mata, maka akan terjadi penggumpalan dan bahkan bisa menjadi katarak hingga kebutaan. menurut hasil riset yang dilaporkannya, bahan-bahan makanan yang diolah dengan cara digoreng dan dibakar mengandung senyawa AGEs lebih tinggi dibanding dengan makanan yang diolah secara rebus atau kukus.  “Air merupakan media yang bisa mencegah terbentuknya AGEs, saat bahan makanan yang mengandung karbohidrat dan protein dimasak”, jelasnya.

…..Agustina juga mengungkapkan adanya kesalahpahaman masyarakat yang menganggap sumber  tinggi gula darah berasal dari gula pasir. padahal, gula (glukosa) darah juga berasal dari penguraian material karbohidrat seperti nasi dan roti. “Jadi meskipun sudah tidak mengonsumsi gula pasir, tapi asupan karbohidrat masih tinggi, maka gula darah juga tinggi,’ ujar dosen universitas Diponegoro Semarang itu.

Original link : https://www.google.co.id/amp/aceh.tribunnews.com/amp/2017/10/16/peneliti-unesco-beri-kuliah-di-unsyiah

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Cara Mencegah Advanced Glycation EndProducts

Pontianak – Dosen Kimia Fakultas MIPA, Universitas Diponegoro, Semarang, Dr Agustina LN Aminin, menyebutkan, ‘Advanced Glycation EndProducts’ (AGEs) adalah zat yang dibentuk dari kelebihan gula dan protein yang saling berikatan.

Dr. Agustina LN Aminin, Dosen Kimia Fakultas MIPA Universitas Diponegoro

Agustina menjelaskan, senyawa ini terbentuk akibat kelebihan gula dan protein yang bisa berasal dari luar dan dari diri kita sendiri. “AGEs berbahaya karena bersifat radikal dan merusak tubuh,” ucapnya saat ditemui di Pontianak, pada (21/9/2016).

Sedangkan  Alzheimer (pikun), Parkinson dan diabetes tipe dua, merupakan tiga penyakit yang disebabkan ketika  mengkonsumsi gula berlebih dan gula tersebut  berubah menjadi AGEs.

Memasak makanan terlalu panas juga bisa membuat reaksi pembentukannya. “Karena saat kita memasak bahan karbohidrat dan protein banyak dicampur juga ketika  dipanaskan dan akan  terjadi reaksi. Kemungkinan AGEs terbentuk karena reaksi tersebut,” jelasnya.

Dari beberapa riset, tambah Agustina, kalau proses memasak menggunakan air,  bisa menghambat reaksi terbentuknya AGEs.

Adapun penyakit lain selain Alzheimer (pikun) yang terbentuk di otak akan menjadi kanker, jika  dimata akan menjadi katarak. “Karena banyak kanker tak terdeteksi dikhawatirkan akibat dari AGEs ini,” jelasnya.

Agustina mengatakan, jika AGEs berkembang di otak,  bentuk dari otak  yang awalnya besar akan mengkerut menjadi kecil.

Cara mencegahnya, yaitu dengan mengontrol konsumsi gula, anti oksidan, sayur, buah , kopi hitam asli, pola hidup yang baik, hindari makanan instan, makanan berpengawet dan gosoklah gigi dengan benar.

“Karena ketika kita menggosok gigi menggunakan pasta gigi yang terdapat kandungan  pengawetnya, otomatis pasta gigi tadi melekat ke jaringan-jaringan yang ada di mulut. Ini disebabkan kita menggosok gigi dalam satu hari bisa dua hingga tiga kali. Jika lama menempel maka dikhawatirkan akan terbentuk juga AGEs. Jadi  gunakan pasta gigi alami,” jelasnya.

Original Link : http://thetanjungpuratimes.com/2016/09/24/cara-mencegah-advanced-glycation-endproducts/

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Universitas Tanjungpura Tuan Rumah Seminar Nasional Food And Drug in Chemistry

Dr. Agustina LN Aminin dari Universitas Diponegoro Semarang menerima cinderamata dari panitia seminar di Universitas Tanjungpura

Pontianak – Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menjadi tuan rumah dalam Seminar Nasional “Food And Drug in Chemistry” (Bahan Kimia pada Obat-obatan dan makanan) di aula Rektorat Untan lantai tiga, pada Senin (19/9/2016) siang.

Dalam Seminar tersebut terdapat tiga pemateri yang merupakan dosen kimia Fakultas MIPA Universitas Diponegoro, Semarang  Dr. Agustina LN Aminin dan Dosen Kimia Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak, Rudiyansyah PhD dan Kepala Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Pontianak, Corry Panjaitan.

Dalam materi yang disampaikan pada seminar tersebut, Agustina memberikan saran kepada mahasiswa yang tinggal di asrama atau kos untuk mengurangi makanan-makanan yang sifatnya instant. “Selain itu konsumsi buah lokal untuk pola hidup yang lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Rudiyansyah mengatakan, bahwa tanaman ganja mempunyai dampak positif ada juga dampak negatifnya.

“Jika digunakan oleh dokter maka tanaman itu sangat bermanfaat, sedangkan bila digunakan yang bukan dalam konteks di luar itu tidak dipungkiri dapat disalahgunakan,” jelasnya.

Selain itu, Ketua Panitia acara mahasiswa jurusan kimia, Fakultas MIPA Untan Pontianak, Yatim Mustaqim, menambahkan, pihaknya memberikan edukasi mengenai makanan yang baik untuk mahasiswa yang tinggal di asrama maupun kos.

Yatim mengatakan, inti dari seminar adalah anak kos sebaiknya menjaga pola makan, selain itu memberikan penjelasan mengenai vaksin-vaksin yang tidak baik dan penjelasan mengenai izin produk Badan Pengawas Obat dan Makanan.

”Semoga acara ini terlaksana dengan baik dan sukses hingga akhir kegiatan,” harapnya.

Sementara itu, Mahasiswa Himpunan Departemen Kimia Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Muhammad Arief Darmawan, mengatakan, mahasiswa dapat mengetahui bahwa makanan dan obat-obatan yang dimakan dapat mengandung bahan kimia.

“Mahasiswa menjadi lebih tau akan hal ini khususnya mahasiswa kimia,” jelasnya.

Arief berharap, keilmuan kimia bisa berkembang dan mahasiswa kimia bisa menjadi pelopor kimia di Indonesia.

“Karena masih banyak bahan-bahan yang ada di alam yang bisa diolah dan dikembangkan,” tutupnya.

Dalam acara ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa kimia dari universitas yang ada di seluruh Indonesia.

Original Link : http://thetanjungpuratimes.com/2016/09/20/untan-tuan-rumah-seminar-nasional-food-and-drug-in-chemistry/

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 Invited Speaker pada Simposium Nutrition in Metabolic Syndrome and Metabolic Stress, pada 23-24 April 2016.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Public Lecture, 6 October 2015

“Diabetes Mellitus and Protein Glycation induced oxidative stress and vice versa”

by Dr. Parvaneh Maghami (Institute of Biochemistry and Biophysics – Univ of Tehran; Biology Dept. Basic Science, Islamic Azad University)

Host: Program Studi Magister Kimia, Jurusan Kimia, FSM, Universitas Diponegoro, Semarang

Picture1    Picture2

Picture3